Menuju Desa Digital
Menyelami Sejarah Desa Leilem Tiga
Berikut adalah riwayat Hukum Tua (Kepala Desa) Desa Leilem tiga dari tahun 2007 hingga sekarang:
Pada 3 Oktober 2007, Desa Leilem dimekarkan menjadi 3 desa: Desa Leilem, Desa Leilem II, dan Desa Leilem tiga. Hukum Tua yang ditampilkan di atas adalah pemimpin dari Desa Leilem tiga sejak pemekaran tersebut.
Menelusuri Jejak Para Dotu dan Tonaas
Pada mula pertama si Rorimpandei yang terkenal membuka negeri di Minahasa pada jaman dahulu diperintah oleh kepala Walak (Ketua Adat) Sonder yang bernama Keintjem untuk membuka negeri disebelah timur.
Setelah mendapat perintah maka berangkatlah mereka (Rorimpandei, Ponto, Sembor dan Timbuleng) ke timur ...
Ditengah jalan mereka sudah merasa haus akan tetapi mereka tidak dapat air untuk dimunum, maka mereka meminta air melalui opo-opo dengan berdoa, permintaan mereka dikabulkan lalu tempat itu dinamakan Rano Mokey ...
Sesudah itu mereka meneruskan perjalanan menuju keatas (kaki gunung Lengkoan) sampai diatas mereka beristirahat dan membuat kursi yang terbuat dari batu yang disebut batu Kadera ...
Maka sampailah mereka pada suatu tempat yang rata (disekitar batu Tumotowa sekarang), karena ditempat itu boleh dijadikan perkampungan maka mereka mencari batu sebagai tanda yang disebut Batu Tumotowa ...
Mulai pada waktu itu Negeri yang mereka buka, mereka namakan Leilem yang terambil dari Pohon yang ada dimuara sungai yaitu Pohon Leilem ...
Catatan: Tahun berdirinya tidak diketahui lagi.
Batu ini menjadi pusat agama Touar atau Agama Karema pada jaman dahulu. Batu ini dibuat oleh Karema untuk meneruskan kepercayaanya pada Opom Wana Natas yang menjadi kepercayaan Bangsa Touar selama-lamanya.
Sejarah lahirnya Desa Leilem sekitar tahun 1700 an yang dibangun oleh Lima Dotu/Lima Opo yakni Opo Pua, Opo Laoh, Opo Roring, Opo Ponto, Opo Long (Dotulong). Kelima opo ini adalah Tonaas-tonaas wangko yang percaya kepada roh-roh leluhur ...
Percaya pada Opo Wana Natas /Opo Empung
Percaya pada Karema/Kamang Repeesan Manguni Maka Siouw (Karunia Roh Leluhur)
Dapat Mengusir roh-roh Jahat
Ahli perang memiliki pusaka-pusaka yang dapat melumpukan musuh
Memiliki Obat ramuan yang berkhasiat mujisat yang diwariskan oleh Tuhan pada Touar
Memiliki roh pemersatu bangsa
Memiliki roh kepandaian /hikmat dari Tuhan
Memiliki/ahli dalam bercocok tanam
Percaya pada Opo Wana Natas sebagai Roh pelindung luput dari segala bahaya
Awal tahun 1800 dibawah Pemerintahan Tonaas Wangko Dotu Leng dari Kawangkoan keturunannya.
Pemerintahan sudah ada sejak ada Pemerintahan yang berlaku. Berikut adalah urutan Kepala Desa sejak Tahun 1700 sampai sekarang:
Pada 3 Oktober Tahun 2007, Desa Leilem dimekarkan menjadi 3 Desa yakni Desa Leilem, Leilem II, dan Leilem tiga.